Sabtu, 11 April 2015

CREATIVE THINKING

Nama         : Rendra Gunawan

NIM           : 915130182

Kelas          : C

Dosen         : Dyah Ayu Candraningrum


Mind Map








Mind map adalah cara termudah untuk menempatkan informasi ke dalam otak dan mengambil info ke luar dari otak dengan mencatat secara kreatif, efektif, dan harafiah "memetakan" pikiran.

Tony Buzan adalah seorang psikolog dari Inggris, yang mengaplikasikan mind map ke dalam bidang pendidikan.

Manfaat dari Mind map yaitu untuk merencana, berkomunikasi, menjadi lebih kreatif, hemat waktu, menyelesaikan masalah, memusatkan perhatian, menyusun, dan menjelaskan pikiran-pikiran, mengingat dengan lebih baik, belajar lebih cepat dan efisien, dan melihat "gambar" keseluruhan.

Pemikiran yang kreatif meliputi : Kefasihan, Fleksibilitas, dan Orisinalitas.


CREATIVE THINKING

Nama        : Rendra Gunawan

NIM          : 915130182

Kelas         : C

Dosen        : Dyah Ayu Candraningrum


Creative Intelligence






Tony Buzan mengemukakan bahwa manusia yang kreatif yaitu manusia yang menggunakan kedua otaknya baik otak kiri maupun otak kanan secara seimbang.


Berikut adalah beberapa cara yang dapat dilakukan untuk melatih produktivitas kreatif :
  • Kembangkan kecepatan berfikir
  • Ingat, Anda mempunyai kemampuan tak terbatas untuk menghasilkan gagasan
  • Lihat hubungan dengan segala sesuatu dengan lebih cepat
  • Tambahkan perbendaharaan kata
  • Latihan kecepatan membangun bentuk-bentuk dasar seni
  • Latihan brainstorming
  • Latihan brainstorming kelompok
  • Perlambat diri supaya bisa mengebut (rileks-sendirian)
  • Siapkan buku catatan mind-map
  • Buatlah sasaran (kuantitas)

CREATIVE THINKING

Nama       : Rendra Gunawan

NIM         : 915130182

Kelas        : C

Dosen       : Dyah Ayu Candraningrum



Berfikir Kreatif






Teori Wallas yang dikemukakan pada tahun 1926 dalam bukunya “The Art of Thought” (Piirto, 1992) yang menyatakan bahwa proses kreatif meliputi empat tahap, yaitu: 

  • Tahap Persiapan
Pada tahap pertama, seseorang mempersiapkan diri untuk memecahkan masalah dengan belajar berpikir, mencari jawaban, bertanya kepada orang lain, dan sebagainya.

  • Tahap Inkubasi
Tahap inkubasi adalah tahap di mana individu seakan – akan melepaskan diri untuk sementara dari masalah tersebut, dalam arti bahwa ia tidak memikirkan masalahnya secara sadar, tetapi “mengeramnya” dalam alam pra – sadar. 
Sebagaimana terlihat dari analisis biografi maupun dari laporan tokoh seniman dan ilmuwan, tahap ini penting artinya dalam proses timbulnya inspirasi yang merupakan titik mula dari suatu penemuan atau kreasi baru berasal dari daerah pra – sadar atau timbul dalam keadaan ketidaksadaran penuh.

  • Tahap iluminasi
Tahap ilumunasi adalah tahap timbulnya “insight” atau “Aha – Erlebnis”, saat timbulnya inspirasi atau gangguan baru, beserta proses-proses psikologi yang mengawali dan mengikuti munculnya inspirasi atau gagasan baru.

  • Tahap Verifikasi
Tahap verifikasi atau evaluasi adalah tahap di mana ide atau kreasi baru tersebut harus diuji terhadap realitas. Disini diperlukan pemikiran kritis dan konvergen. Dengan perkataan lain, proses divergensi (pemikiran kreatif) harus diikuti oleh proses konvergensi (pemikiran kritis).

CREATIVE THINKING

Nama      : Rendra Gunawan

NIM        : 915130182

Kelas      : C

Dosen     : Dyah Ayu Candraningrum


Hambatan Kreativitas







Cara mengatasi suatu masalah, yakni :
- Merumuskan masalah
- Identifikasi masalah
- Cari solusi

Hambatan kreativitas ==> dinding mental yang menutupi masalah dan menhambat solusi.

Beberapa faktor penghambat kreativitas, yakni :

Hambatan Struktural --> hambatan psikologi (kurang mampu berkomunikasi dengan baik), hambatan budaya (cara berfikir yang berbeda), dan hambatan lingkungan (baik secara fisik maupun sosial)
Hambatan Proses --> hambatan dalam memilih bahasa, hambatan berfikir, hambatan karena keterpakuan fungsional, dan hambatan karena terbiasa memandang dengan cara yang sama.
Hambatan Sikap dan Perilaku --> habit akan sangat berpengaruh pada keinginan, begitu pula dengan knowledge yang kita miliki.
Hambatan Rasa Cepat Puas --> karena selalu merasa puas, jadi malas melakukan perubahandan inovasi.
Hambatan dalam Manajemen Waktu --> kurang mampunya mengatur dan menggunakan waktu secara bijak.

CREATIVE THINKING

Nama    : Rendra Gunawan

NIM      : 915130182

Kelas     : C

Dosen    : Dyah Ayu Candraningrum


Mengapa Manusia Berkreasi ?


Berdasarkan Theory Maslow's Hierarchy of Needs kebutuhan manusia terdiri dari :
1. PHYSIOLOGICAL --> mencangkup sandang, papan, pangan.
2. SAFETY --> mencangkup rasa aman baik pada pekerjaan, bisnis, dilindungi di keluarga, maupun keamanan moral.
3. LOVE / BELONGING --> dicintai baik oleh keluarga, pasangan hidup, teman, dll.
4. ESTEEM --> keinginan untuk diakui oleh orang lain.
5. SELF ACTUALIZATION --> membutuhkan kreativitas tingkat tinggi untuk mencari sesuatu yang baru dan melakukan inovasi.





Motivasi manusia didorong oleh kebutuhannya. Dan dalam hal ini, Teori Hierarki dari Abraham Maslow sangat menggambarkan tingkatan motivasi manusia. Mulai dari kebutuhan fisiologis hingga kebutuhan untuk melakukan aktualisasi diri, semuanya mendorong manusia untuk melakukan sesuatu guna memenuhi kebutuhannya. Dan dengan itu pula manusia didorong untuk berkreasi guna memenuhi kebutuhannya. Misalnya saja untuk memenuhi kebutuhan manusia akan makanan, ketika mereka lapar, orang memiliki cara yang berbeda-beda untuk memuaskan rasa laparnya. Ada yang memasak tapi juga ada yang membelinya. Jika memasak pun ada orang yang cukup makanan yang simple tapi ada pula yang ingin menciptakan masakan-masakan baru. Cara-cara yang beragam ini menunjukkan bahwa setiap manusia memiliki tingkat kreativitas yang beda-beda guna memenuhi sebuah kebutuhan.


B.F. Skinner berpendapat bahwa "manusia adalah hasil lingkungan tempat mereka berada" dan saya setuju dengan hal itu. Manusia harus beradaptasi dengan lingkungannya dan akhirnya kedunya saling mempengaruhi satu sama lain. Manusia mempengaruhi lingkungan, lingkungan mempengaruhi manusia. Akhirnya manusia dibentuk berdasarkan lingkungan tempatnya berada. Begitu pula dengan kreativitas mereka. Kreativitas yang mereka lakukan guna memenuhi kebutuhan tentu berbeda di setiap tempat manusia bernaung. Misalnya, orang yang tinggal di pesisir tentu terus berkreasi bagaimana caranya bisa ke laut dan menangkap ikan lebih banyak agar bisa dijual atau dikonsumsi pribadi - memenuhi kebutuhan hidup. Sementara orang yang tinggal di pegunungan akan berpikir dan berkreasi tentang tanaman apa saja yang bisa dikembangkan disana dan mencoba menemukan teknik bercocok tanam baru agar hasil panen berlimpah.


Intinya manusia berkreasi untuk memenuhi seluruh kebutuhan dasar, keamanan, cinta, serta penghargaan. Kebutuhan-kebutuhan itu mendorong mereka untuk terus berinovasi dan berkreasi supaya pemenuhan kebutuhannya dapat terjadi dengan baik.

CREATIVE THINKING

Nama    : Rendra Gunawan

NIM      : 915130182

Kelas     : C

Dosen    : Dyah Ayu Candraningrum






INDUSTRI KREATIF INDONESIA

Indonesia pun mulai melihat bahwa berbagai subsektor dalam industri kreatif berpotensi untuk dikembangkan, karena Bangsa Indonesia memiliki sumberdaya insani kreatif dan warisan budaya yang kaya.
Sebagai langkah nyata dan komitmen pemerintah untuk 
mengembangkan ekonomi kreatif Indonesia 2025, maka 
pemerintah telah membuat: 

Rencana Pengembangan Ekonomi Kreatif 2009-2015. serta 
Rencana Pengembangan 14 Subsektor Industri Kreatif 2009-2015

Rencana Pengembangan 14 Subsektor Industri Kreatif 2009-2015

Memaparkan pemahaman umum, kontribusi ekonomi, analisis dan
pemetaan kondisi, rencana strategis pengembangan, dan
cerita sukses untuk masing-masing subsektor industri kreatif

Untuk mengembangkan ekonomi kreatif, kolaborasi antara
berbagai aktor yang berperan, yaitu Cendekiawan(Intellectuals),
bisnis (Business) dan Pemerintah (Government) menjadi mutlak
dan merupakan prasyarat mendasar.



14 subsektor industri kreatif nasional; 

Arsitektur, Desain, Fashion, Kerajinan, Penerbitan dan Percetakan, Televisi dan Radio, Musik, Film Video dan Fotografi, Periklanan, Layanan Komputer dan Piranti Lunak, Pasar dan Barang Seni, Seni Pertunjukan, Riset dan Pengembangan, Permainan Interaktif.

CREATIVE THINKING

Nama        : Rendra Gunawan

NIM          : 915130182

Kelas         : C

Dosen        : Dyah Ayu Candraningrum






Kreativitas adalah kemampuan untuk menghasilkan ide-ide inovatif dan nyata mereka dari PIKIRAN ke KENYATAAN. Proses ini melibatkan pemikiran asli dan kemudian memproduksi.
Kreatifitas adalah penciptaan sesuatu yang baik dan berguna seperti novel.

Creative thinking bertujuan agar kita dapat berfikir secara kreatif, yakni dimana kita diminta untuk memiliki cara berfikir yang berbeda untuk menciptakan inovasi yang belum ada sebelumnya atau mengembangkan yang sudah ada untuk mencapai suatu tujuan.

Kreativitas diterapkan di banyak domain dan dalam bentuk yang berbeda. Memproduksi sebuah karya seni (luas sini: lukisan, musik, tari, menulis, dll) adalah tindakan kreatif. Demikian juga yang menciptakan produk baru, menemukan cara baru untuk melakukan tugas atau menyediakan layanan, merancang sebuah bangunan baru, mengembangkan teori baru, membuat penemuan ilmiah, dan masih banyak lagi.

Kreativitas Adalah kemampuan UNTUK mencipta / berkreasi

Dua Unsur kreatif : kefasihan Dan keluwesan.

  • Kreativitas DAPAT dianggap Astra Honda Motor sebagai kemampuan UNTUK Menjadi pendengar Yang baik, Yang mendengarkan gagasan Yang Datang dari Dunia-luar Dan Dari hearts Diri Sendiri ATAU Dari alam Bawah Sadar.
  • Kreativitas merupakan suatu Pengalaman UNTUK mengungkapkan Dan mengaktualisasikan Identitas individu Seseorang Beroperasi Terpadu hearts Hubungan eratnya DENGAN Diri Sendiri, orangutan berbaring Dan alam. (Robert W Olson)